Senin, 04 Juni 2012

MEMBONGKAR MAFIA PENDIDIKAN


MEMBONGKAR MAFIA PENDIDIKAN

Setiap orang menginginkan adanya hal yang positif dalam pendidikan. Menyelenggarakan pendidikan yang baik adalah harapam yang sennatiasa tertumpu padamereka yang terlibat atau menjadi pelaksana dalam kegiatan mendidik. Namun keinginan itu hanya akan menjadi tinggal keinginan apabila proses menggapai menemuibanyak kendala. Kendala inilah yang dalam kenyataannya sangat mengganggu proses pendidikan yang kita laksanakan. Ada mafia dalam dunia pendidika kita. Ada virus yang selalu mengotori tujuan mulia pendidikan kita. Sehingga semangat pendidikan tidak mencapai titik yang diharapkan dalam rangkanmenggapi tujuan mencapai ,ansuai yang sebenar-benarnya manusia.
Pertanyaannya adalah apakah benar ada hambatan besar dalam proses pendidikan kita. Apakah bnar ada mavia dalam pendidikan kita, di sekolah atau di instansi pendidikan kita. Mafia secara umum diartikan sebagai Perkumpulan rahasia yang bergerak dalam bidang kejahatan (kriminal.[1] Lalu siapa yang dimaksud Mafia dalam pendidikan ini.??? Mafia sebagai persekongkolan kriminal akan sangat merusak rakyat. Dalam dunia ini mereka tampil sebagai kator-alktor pendidikan yang merusak sendi-sendi sistem penyelenggaraan pendidikan kita. Berdsarkan definisi ini maka yang dimaksud mafia dalah mereka yang punya ampak merusak dalam sisstem pendidikan yang ada. Apa yang dirusak Tentu yang rusak dalam sistem pendidiia  adalah komponen-komponen pendidikan seperti tujuan, metode, evaluasi termasuk di dalamnya adalah proses pembelajaran
Apabila tujuan pendidikan Nasional mengamanatkan lahirnya generasi yang cerda, tagwa dan trampil, berbudi pekerti yang luhur. Tapi akan terhambat oleh adanya mafia-mafia ini yang hanya memikirkan perutnya sendiri. Seperi kata pepatah jauh api dari panggang. Tujuan pendidikan itu sangat mulia tapi kenyataan yanga da sangat jauh berbeda.Yang menyaji di depan mata kita adalah kenakalan remaja yang makin meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya.  Bahkan ada kegiatamn ni yang menjadi kegiatan rutin, penggunaan obat terlarang. Di sekolah sudah sangat sulit sekali kita dapati murid atau anak yang hormat pada gurunya. Tak ada lagi rasa sopan santun murid pada guru. Bahkan ada yang melawan di SMA ada yang menuduh guru makan uang perpisahan  dan pada akhirnya acara perpisahan sepenuhnay dilakukan oleh Murid. Tidak ada lagi rasa percaya.
Mengurai persoalan ini banayk menemui hal-hal yang sangat dilematis. Perbaikan di ringkat kurikulum dianggap proyek pendidikan yang dinilai sebagai pemerintah ataumentri baru kurang kerjaan. Ganti Mentri Ganti Kurikulum. Di level bawah orang tua atrau murid dibenabani denga uang sekolah yang kian mahal. Ditambah lagi dengan biaya buku yang harus dibayarkan.
Tidak dalam rangka menghakimi siap yangs alah dalam penyelenggaraan pendidikan kita. Satu hal yang harus menjadi pedoman kita adalah prinsip pendidikan yang harus ditegakkan. Pendidikan mengamatkan untuk terbentuknya manusia-manusia yang dewasa, baik intelektual, spiritual dan emosional. Maka penyimpangan terhadap tujuan itu sama saja ia adalah seorang Mafia.
Misal pendidikan atau sekolah yang dikomersilkan maka disini juga terjadi penyimpangan dalam pendidikan. Sekolah menjadi lembaga ekonomi yang profit oriented. Padahal seharusnya sekolah jauh dari hal-hal tersebut diatas. Jika yang ada dalam pikirannay adalah bagaimana atau seberapa besar gaji yang didapatnay itu sebetulnay ridakpantas dirinya menyandang status guru. Guru dalam bahasa jawa artinya GUGU di Ditiru. Ia harus khidmat pada amanat pendidikan. Keluhan guruseharusny ajuga tidak perlu seperti lelah atau. Sebab kontrak guru adalahmelellahkan sabar dan sabar.
Mski demikian usaha mmemperbaiki kesejahteraan gur harus dilihat sebagai upaya aatau kesadaran bahwa kerja pendidikan harus mendapatkan perhatian serius. Dalam hal ini adalah tugas pemerintah. Jika hal semacam ini artinay kesejahteraan itu belum diberikan maka besar kemungkinan akan lahir penyimpamgan yang dalam bahasa frontal disebut akan tetap ada  Mafia dalam pendiidkan kita.
Pemerintah jangan malah menjadi Mafia. Otoritasnya yang tinggi adalah kunci yang menentuikan penyelenggaraan pendidikan yang baik. Pemerintan yang tidak paham dnegan tujuan pendidikan sam aartinya [emerintah menyimpang dari tujan pendiidikan


[1] Perkumpulan rahasia yang bergerak dalam bidang kejahatan (kriminal) Kamus lengkap Bahasa Indonesia. Penerbit Mitra Pelajar Surabaya. Huetomo M.A

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini