Minggu, 08 Januari 2012

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Oleh: Arif Budiman[1]

Sudah menjadi rahasia bersama bahwa sebuah pembelajaran harus dikemas dengan inovasi. Apapun inovasi yang dilakukan oleh guru tentu akan diapresiasi sebagai produktifitas pembelajaran artinya inovasi adalah karya guru saat mengajar di kelas sehingga kelas menjadi menarik. Belajar tidak harus dalam kelas tapi dapat dilakukan diluar kelas (Learning Out Door). Itu adalah satu bentuk inovasi pembelajaran dengan segala variasi yang bisa dikembangkan.

Senada dengan semangat inovasi pembelajaran tersebut, Elaine B. Johnson menyuguhkan konsep Contextual Teaching Learning dalam metode pembelajaran. Menurut Prof. Dalam konsep CTL yang diuraikannya mengandung dua asumsi dasar

Pertama, kelas tradisional yang memenjarakan kreatifitas anak. Asumsi ini meyakini bahwa setiap anak bisa berkembang dengan gaya dan potensinya masing dengan cara yang tidak monoton. Kelas tradisional hanya meyakini pembelajaran dari satu arah, teacher oriented, artinya guru sebagai pusat pembelajaran.

Kedua, asumsi yang mendasarkan pemikirannya pada Tantangan Kontekstual. Pada asumsi ini kecerdasan sekolah dan guru melihat tantangan lingkungan social, politik dan budaya menjadi kata kunci dalam inovasi ini. Maka seorang guru dalam metode Contextual Teaching Learning (CTL) dituntut untuk selalu meng up-date pengetahuan dan wawasannya tentang metode-metode terbaru yang dikaitkan dengan tuntutan zamannnya.

Contoh beberapa metode CTL yang bisa dilaksanakan misalnya kelas bisa dimodifikasi sebagai ajang kompetisi Cerdas Cermat dengan men-setting ruangan kelas kita menjadi ruang sebagai ajang perlombaan Cerdas Cermat. Guru adalah sutradara, nara sumber atau juri dalam cerdas cermat itu.

Bentuk-bentuk inovasi CTL yang lain anak dapat membuat Drama di luar Kelas. Anak juga bisa melakukan kunjungan dan kajian Perpustakaan dengan Modul yang telah disediakan guru. Anak diajak untuk melakukan praktek membuat suatu karya yang terkait dengan mata pelajarannya masing-masing, itu juga bisa dikategorikan pembelajaran yang kontekstual. Intinya selama pembelajaran itu dirancang dan disesuaikan dengan potensi apa yang tersedia di lingkungan masyarakatnya, selama itu kegiatan itu masuk kategori Pembelajaran CTL.

Tidak harus dengan bahan mahal dan sulit dijangkau, sebab CTL hanya yakin pada satu prinsip kontekstual, artinya lingkungan adalah Sumber Pembelajaran yang tersedia dengan melimpah. Alam disekitar kita sangat baik digunakan sebagai Media pembelajaran. Lingkungan Persawahan yang luas adalah Pusat Sumber Belajar yang sangat memadai untuk seorang anak belajar tentang banyak hal terutama dalam hal ini dapat digunakan dalam pembelajaran Biologi. Atau kehidupan Nelayan yang ada di sekitar kita adalah juga Sumber Belajar yang sangat berarti untuk melaksankan kegiatan Pembelajaran sosiologi ataupun ekonomi.

Ajak anak-anak kita keluar kelas dan kuatkan pemahaman mereka tentang fenomena lingkungan dengan dasar keilmuan sesuai materi pelajaran. Jangan lupa ajak anak-anak kita untuk melihat kondisi kawan-kawan atau anak seumuran mereka yang tidak seberuntung mereka, semata agar mereka belajar apa artinya Bersyukur.



[1] Guru Sejarah MAN 21 Jakarta,

Tidak ada komentar:

Cari Blog Ini