Senin, 17 Desember 2012

KEMBALI TKI MENJADI KORBAN



KEMBALI TKI MENJADI KORBAN 
(Negara yang gagal)
Oleh: Tirta Pawitra

Untk yang kesekkian kalinya TKI Indonesia di Malaysia mendapatkan perlakukan tidak manusiawi di negeri Jiran (Malaysia). Negeri yang dulu pernah belajar dan saat itu kita Indonesia mengirim bukan TKI tapi dosen-dosen yang mencerdaskan Malaysia.

Kini yang terjadi sebaliknya, Indonesia hanya mampu mengirim TKI-TKI yang hanya
dikaryakan pada sektor-sektor yang rendah dalam klasifikasi profesi.

Akumulasi kekecewaan itu sungguh sudah sangat luar biasa. Tidak adanya ketegasan negara dalam menyelesaikan maslah ini sesngguhnya berpangkal pada tiadanya keberanian. bangsa ini telah menjadi bangsa penakut, yang lari dari tanggung jawab. Negara telah gagal menjalankan fungsinya. Negara yang semestinya melindungi warga negaranya, malah terkesanmembiarkan persoalan ini terus berlarut tanpa penyelesaiaan. Sma tak berdayanya negara dalam ajang sepak Bola pun tak punya nyali untuk sebuah ketegasan..

Timnas...? negara semestinya bertanya. Apa benar itu namanya Timnas. Kenyataannya Indonesia kalah, jauh alias tidak lebih baik dari prestasi pendahulunya.

Negara tak mampu menjalankan fungsi ketegasan dalam melakukan kontrol dan pengendali otoritatif atas kebijakan yang menyangkut kepentingan warganya.

"Ketidakmampuan negara mencukupi kehidupan ekonomi jangan dperparah dnegan membiarkan warga negara terlantar di negara lain, disiksa, diperkosa dan juga dibunuh". Negara semestinya malu saat melihat begitu banyak TKI di negara lain hanay bekerja pada sektor yang tidak fundamental.semisal embantu rumah tangga atau setingkat dengan itu dnegan gaji yang sebenarny atidak sebanding dengan kerj ayang du=ilakukannya.

Negara gagal, karena negara hanya berpangku tangan. Moratorium pun hanya sekedar jargon dalam kenyataannya pengirimann dan kontrol terhadap TKi di negara lain terabaikan..

Ionis,, negara gagal sebab di negara yang kaya raya justru rakyatnya atau warganya harus menjadi pengemis di negara lain.. Sungguh sangat tidak masuik akal.

Sementara pengusaha dan perusahaan asing bebas mendrikan usaha yang menyingkirkan warga asli bahkan mneginjak-injak budaya lokal dan nasional...

negara hanya tinggal diam, iu artinya negara Gagal..

#Salam Diatas Tanah Babelan dan Tanah Betawi yang Digusur untu Perumahan Mewah..

SEJUK SETELAH HUJAN



SEJUK SETELAH HUJAN

Itulah yang kita rasakan beberapa saat lalu
Sekarangpun masih terasa, sangat terasa
Bukankah ini keinginan lama kita
Kerinduan pada sejuknya sang hujan

Sejuk Setelah Hujan adalah udara segar yang menyeruak dada
Debu-debu itu tak lagi menyumbat hidung kita
Atau tersabut di mata ini dan menjadikan kita berhenti sesaat untuk membersihkannya

Sejuk Setelah Hujan Seperti ruang luas yang menjadikan kita bebas terbang kemana saja

Hujan beberapa jam lalu menjadikan Debu-debu itu tak lagi beterbangan
Senyawa air hujan dengan tanah menjadi pertemuan cinta yang indah
Hujan telah menjadikan debu-debu itu memilih penyatuan dengan tempat azalinya

Menjalani tugas baru seperti menemani cacing hidup sempurna
atau menemani kecambah menuju kedewasaannya.

Sejuk Setelah Hujan malam ini adalah karya sang hujan. Ia seperti era baru perubahan
Sejuk Setelah Hujan seperti sahabat yang dengan senang hati mendengar curhatan kita.

Sejuk setelah hujan seperti mimpi indah yang baru saja dimulai...

Selamat Bermimpi...

BESOK PULANG..!!



BESOK PULANG..!!
Oleh: Tirta Pawitra

Semestinya tak perlu terbebani dengan keinginan dan semua tuntutan ibukota. Kita seolah menjadi penyumbang terbesar bagi terpenuhinya keinginan sang ibu kota. Jika esok hari aku pulang, semua orang akan tertawa, bukan cuma seorang bernama Dandi yang mengatakan pantang pulang sebelum sukses. walau kata sukses ini patut kita diskusikan dalam ruang dan waktu yang akan sangat panjang....

Besok Pulang bukan berarti pulang untuk selama-lamanya. apalagi pulang ke haribaan Ilahi, yang terakhir kayaknya belum siap, raportnya masih merah, yakin raportnya akan ada nilai merah atau merah semua. karena ada kelas kehidupan yang terlewati, ada tugas yang belum diselesaikan..

Besok mau pulang, karena sebentar lagi libur sekolah, saat paling dinanti bukan hanya oleh murid sebagaimana aku dulu yang juga pernah merasakan betapa senang saat mennatikan datangnya libur sekolah.

Sebenarnya, Nyaris enggan menuliskan kalimat ini sebab seolah habis kata ini untuk mengungkapkan harapan dan keinginan pada sang mimpi dan doa yang tiada henti untk beliau yang kini ada nun jauh disana...

Bapake karo Bapake, Ngesuk Aku Bali... Ora Ngawa Apa-Apa. Hanya ingin mengok dan milhat keadaanmu. Kebetulan di penutup tahun ini. Sebagaimana tahun baru yang lalu saat Kembang Api di Alun-Alun Kabupaten meletuskan percikannya dan membentuk bangunan khayal berupa jalan langit seolah Tuhan berkenan membuka pintu buat hamba-Nya.

Besok mau pulang sesaat meninggalkan mimpi dan harapan yang kurasakan sangat dekat, sudah sangat dekat dan itu adalah keyakinan. satu-ssatunya tujuan yang kini kupunya sessudah itu tak ada lagi...

Kondisinya masih sama, tujuannya masih sama. hanya usia yang berbeda. Adikku udah pulang sebulan yang lalu saat ada cuti bersama berdsarkan SK tiga mentri. keadaan ini tentu berrbeda dengan keadaan di sekolah, sudah terjadwal rutin dan jelas. Kalender kademik memang tertera dengan jelas libur semester ganjil akan jatuh pada akhir-akhir bulan desember.

semua juga sudah tahu, Bersyukur dapat mengabdi di pekerjaan dan profesi ini, menjadi guru, selain suka mengajar dan hoby dengan bidang keguruan, bidang ini juga memberiinspirasi yang selalu mengalir laksana air sejuk yang tak akan pernah berhenti di gunung sana. walau beberapa saat lalu aku merasa ada sisi-sisi stagnan dalam dunia pendidikan...

Belakangan terasa, hanya itu-itu saja yang diajarkan. tiap tahun dnegan aktifitas yang sama, menemui anak-anak yang tidak semua lucu, mengolah nilai, atau membuat perangkat pembelajaran yang akan ditanya setiap saat oleh pengawas sekolah.

Meski demikian masih ada dan banyak kegiatan yang menyegarkan. sebut saja LDKS, latihan dasar Kepemimpinan atau rangkaian kegiatan kesiswaan yang lain, masih sangat menarik untuk diikuti..

Owh Iya, Kini aku punya kawan baru yang sudah lama kunantikan, sebuah laptop warna putih yang bagiku sudah cukup dan sangat bagus buat aku. menggantikan peran laptop keciku dulu yang kini teronggok di laci lemari tanpa kutahu masih bisa diperbaiki atau tidak....

Tapi akau akan tetap menyimpannya. Dia kawan setia yang ada sekita 5 tahun menamniku dengan tanpa lelah membantuku menuangkan kata-kata , kalimat demi kalimat. dan karena hanya itu yang bisa kulakukan..

Besok aku akan pulang,, Mamake pasti akan bertanya lagi-lagi laptop, jel sekali-kali aja nggendongi laptop bae (coba sekali-kali itu laptop dilepas) katanya dulu di suatu hari. Besok tentu juga akan sama...

Besok Aku Pulang, Untuk Sesaat Menidurkan harapan, Berdamai dengan Waktu.. Untuk Kembali menemuinya sebab tugas kita akan senantiasa ada..


Minggu, 16 Desember 2012

NARASI FILSAFAT ISLAM



NARASI FILSAFAT ISLAM
(Argumentasi Para Filosof tentang Pembelaan terhadap Tuhan)

Sebetulnya judul ini terkesan berlebihan sebab mengesankan Tuhan yang lemah alias tak mampu menunjukkan eksistensinya sehingga karenanya perlu dibela. Sesungguhnya bukan karena hal tersebut sebab Tuhan berada diluar hal-hal yang kita pikirkan. Pondasi awalnya adalah Tuhan sebagai sebuah kesadaran lama dan sangat primordial dalam pemikiran manusia adalah entitas nyata dan riil dalam diri manusia tapi mengapa dalam kenyataannya pengingkaran terhadapnya sangat kuat. Atas dasar kenyataan ini, maka jawaban dan argumentasi pembelaan terhadap hal ini akan senantiasa mewarnai sejarah peradaban Islam.
Saya ingin membagi kecenderungan pemikiran Islam tentang Tuhan. Pertama Masa Islam, Masa Islam Modern, dan Masa Islam Kontemporer.

Masa Islam Awal
            Masa ini terjadi adopsi pemikiran Filsafat dengan munculnya tokoh-tokoh semisal Ibnu Sina. Zaman the dark age di eropa (abad 5 hingga abad 15), adalah masa gemilang filsafat Islam sebab di masa ini mulai bermunculan argumentasi-argumentasi filosofis tentang Tuhan semisal argumentasi yang dibangun Ibnu Sina yang sangat menekankan aspek logika. Filosophinya Suhrawardi yang sangat iluminatif. Itu berlangsung antara tahun
Embrio Filsafat Islam, lahir saat Islam dihadapkan oleh situasi rasionalitas sebagai argumentasi. Tampaknya sebuan pemikiran filsafat barat tak mudah diabaikan. Dan mengharuskan penggunaan rasio sebagi alat untuk menakar kebenaran, saat itu adalah saat dimana hampir semu aspek harus didasarkan pada aspek logika. Sezaman dengan itu lahirlah ilmu pengetahuan modern yang dimotori peradaban barat.
Kegelisahan para pemikir Islam sesungguhnya adalah hal yang sama dialami oleh semua pemikir Islam. Sebut saja Ibnu Sina, adalah pemiiran filosophis tentang ketuhanan yang saat itu demikian terabaikan saat manusia sangat tergandrungi oleh pemikiran lain yang justru menjauhkan manusia dari Tuhannya.
Masa Islam” Modern”
Perkembangan Filsafat Pembelaan pada Tuhan ini kurang diperhatikan Tokoh-tokohnya pun terabaikan dari pentas pemikiran dan ilmu pengetahuan. Sebab pada masa ini, dunia sedang sangat digandrungi ilmu pengetahuan yang positivistic-empiris, lalu dari sinilah lahir filsafat dan metode ilmiah yang mendasarkan teorinya pada aspek materialism. Dengan berdirinya kerajaan Safawi pada tahun 905 H/1499 M oleh Syah Ismail, mengawali warna mistis dan filosofis pada penguasa-penguasa Persia dari golongan Syiah. Perkembangan pemikiran  pada zaman Safawi ini mempunyai karakteristik yang khas, yang disebut sebagai mazhab Isfahan. Mazhab ini menampung perkembangan Peripatetik (Masya’i), Illuminasionis (Isyraqi), Gnostik (‘Irfani) dan Teologis (Kalam). Aliran-aliran ini berkembang pesat selama empat abad sebelum Mulla Shadra, yang merupakan jalan buat sintesis utama yang dilakukan oleh Mulla Shadra .Aliran filsafat yang digagas oleh Mulla Shadra ini biasa disebut Teosofi Transenden (al- hikmah al-muta’aliyah).
Meskipun sempat terlambat  dikenal dan dipahami, sehingga timbul keyakinan bahwa filsafat Islam telah mati setelah Ibn Rusyd, saat ini telah diterima secara luas bahwa Hikmah adalah suatu sistem filsafat yang koheren meskipun menggabungkan berbagai mazhab filosofis sebelumnya. Sifat-sifat sintetik pemikiran Shadra ini, dan inkorporasi Al-Qur’an dan hadits yang dilakukannya, telah menjadikan filsafatnya tidak hanya sebagai bukti masih-hidup dan dinamisnya filsafat Islam pasca Ibn Rusyd, tetapi juga menunjukkan bahwa-lebih dari Paripateisme dan Israqiyah-filsafat Hikmah layak dsebut filsafat Islam yang sesungguhnya.
Sejarah peradaban senantiasa lahir dari pondasi ketuhanan, maka cara dan tradisi apapun hampir selalu dikaitkan dengan pendasarannya pada aspek ketuhanan. Upacara dalam kajian antropologi sangat penuh dengan nuansa keyakinan pada sesuatu di luar dirinya. Ini yang saya maksud sebagai aspek ketuhanan.
Pengingkaran pada aspek ketuhanan dengan sendirinya akan mendapatkan perlawanan dengan sendirinya. Seperti filsafat anti tuhan yang beberapa saat lalu melegenda, kini terbukti mulai ditinggal pengikutnya. (baca: Hukum Materialismenya Marx).
Ibnu Sina, saya kira adalah pemikir yang juga gelisan pada aspek ketuhanan yang terbaikan. Ia ingin menjawab persoalan ini dengan membangun filsafat peripatetiknya. Keunggulan pemikiran Ibnu Sina dapat dilihat dalam karya-karya besar yang telah diciptakannya. Dalam waktu yang relative sangat pendek Ibnu Sina telah melahirkan banyak karya-karya yang sangat fundamental. Asyifa adalah satu contoh karya terbesarnya. Bahkan bias dikatakan dari sekian banyak karyanya, Asyifa merupakan karya yang paling representatif[1]. Diantara hal menarik dan baharu dan sudah semestinya dilakukan pengembangan dari karya Ibnu Sina adalah bagaimana filosof muslim tertarik dan mengembangakan pemikiran Ibnu Sina. Sebab kenyataan yang ada masih jarang didapati penelitian yang concern dengan pemikiran Ibnu Sina.
Dasar pemikiran yang kuat, adalah argumen berdasar dalam rangkaian pemikirannnya. Jadi bukan sembarang gagasan yang kosong tanpa sebuah perenungan dan dasar ilmiah. Sebagai contoh saat orang sedang berpikir tentang hewan, maka ada dasar dan argument yang kuat dan pemaparan yang kokh tentang argument tentang dunia binatang, tumbuhan atauu bidang yang lain. Saat ia berbicara tentang konsep Tuhan atau dalam hal teologi, ia pun berusah amembangun pemikirannya denga dasar argument yang dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana para pendahuluny aketika berbicara tentang Tuhan, Alam maupun Manusia. Tiga tema ini adalah tema penting dalam pembahasan filsafat.
Harus diakui pengaruh pemikiran pendahulunya sangat kuat berpengaruh. Tokoh semisal Amidi, Sijistani sangat kuat mempengaruhi prinsip dia tentang bagaimana mensikapi perbedaan pandangan antara Agama dan Filsafat. Sijistani adalah satu yang mempengaruhi pemikirannya tentang rasionalisme yang sangat kuat. Sehingga dalam banyak literature dikatakan bahwa Ibnu Sina adalah tokoh yang sangat rasionalis diantara filosof Islam yang ada. Setidaknya saat-saat yang lampau ada beberapa pemikir atau filosof yang mendasarkan pemikirannya pada dasar-dasar intuitif semisal Mulla Shadra atau pemikir muslim lainnya. Tapi Ibnu Sina sangat-sangat rasional.
Al-Ghazali
            Serangan Al Ghazali memperlihatkan aspek yang sangat mendasar tentang argumentasi ketuhanan. Sesudahnya Filsafat sempat ditinggalkan pengkajinya. Tokoh ini lebih dipahami sebagai pemkir Islam yang mengembangkan ilmu tasawuf dibandingkan aspek pemikirannya. Namun kegelisahan dan kekecewaannya pada filsafat sedikit banyak menelurkan banyak uraian dan pendapatnya tentang filsafat.  
Ibnu Rusyd, berusaha memberikan jawaban balik atas karya Tahafut Al Falasifah. Walaupun argumentasi balik ini kurang berhasil menkaunter gagasan Al Ghazali yang sangat menohok. Pada gilirannya pmebelaan terhadap Tuhan (Filsafat Islam) sempat mengalami kefakuman, Terutama di kalangan Sunny, tradisi filosofis telah mengalami keredupan. Sementara pembelaan terhadap Tuhan, secara konsisten masih dilakukan oleh Muslim Syi’I, walaupun di tempatnya penentangan terhadap filsafat ini masih sangat gencar terjadi. Masih ada dan telah lahir mazhab baru yang konsisten dengan pembelaan terhadap Tuhan (Filsafat Islam ini).
Hikmah Al Mutaaliyah
            Adalah konsep yang sangat nyata. Filsafat ini berusaha tetap konsisten pada filosophi ontologism yang menjadikan pembahasan tentang wujud sebagai dasar utama untuk membuktikan keberadaan Tuhan.




[1] Hasil perkuliahan di kelas “Study Literatur”

Minggu, 04 November 2012

Inspirasi Bung Tomo

INSPIRASI BUNG TOMO
Oleh: Tirta pawitra

Sesungguhnya bukan semata terinspirasi oleh gaya dan kata-kata Bung Tomo dalam pidatonya kala itu. Namun ada sebuah kenyataan betapa kesadaran sebagai sebuah bangsa sedang berada pda titik tertinggi. Indikator perang setidaknya menjadi ukuran bahwa pengorbanan tertinggi bagi negera adalah penyerahan dan pengorbanan nyawa. Ini Nampak sangat nyata dalam situasi kebatinan saat itu. Hal yang sama apakah mungkin kita akan menemukan dan mendapatan semangat yang sama saat ini dalam konteks kebangsaan.
Apakah untuk menghadirkan semangat itu harus menunggu, negeri ini dijajah oleh bangsa lain sebagaimana Inggris membombardir Surabaya kala itu. Jawabannya bisa ia bisa juga tidak sebab ini sangat tergantung dnegan pemahaman kita dalam memahami apa yang dimaksud dengan pemahaman kita pada definisi tentang penjajahan. Jika penjajahan yang dimnaksud adalah penjajahan militer sebagaimana kedatangan Inggris itu tentu hal itu tidak sedang terjadi di negeri ini. Tapi jika penjajahan yang dimaksud adalah penjajahan ekonomi, kesulitan anak bangsa di negeri sendiri. Itu hal yang sangat lazim terjadi di seantero negeri. Realitas keterjajahan yang sebenarnya justru kini sedang melanda negeri.
Itulah sebabnya mengapa semangat dan Inspirasi Bung Tomo perlu dihadirkan dalam situasi keindonesiaan saat ini untuk menyadarkan bahwa semangat zaman selalu sama. Selalu ada pihak-pihak yang mengekang dan menghalangi langkah bangsa ini untuk maju. Ekonomi yang disetir oleh kepentingan asing adalah kenyataan sejarah yang harus dilawan dan harus ada kesadaran bersama tentang adanya situasi itu serta harus ada orang yang berani berbicara lantang tentang kondisi negerinya agar sadar dan bangkit dari keterpurukan bukan menjadi pelacur atau menyerah pda kepentigan-kepentingan asing yag tidak pro rakyat jelata.
Ribuan nyawa jadi korban dalam peristiwa 10 November, adalah orang-orang yang bersatu hatinya dalam melakukan dan menolak ultimatum Inggris untuk menyerahkan senjata. Ini adaa sikap rakyat jelata anak bangsa meghadapi situasi aneksasi atau tekanan bangsa lain, hingga nyawa jadi taruhannya. Harga diri bangsa lebih tinggi dibanding jabatan atau kedudukan yang akan diberikan asing tapi tetap saja menjadi cukong atau suruhan asing. Bangsa Indonesia semestinya menjadi bangsa yang kokoh di atas tanahnya sendiri. Bukan menjadi pengemis di negeri lain yang dihinakan. Mereka para TKI yang merantau di Negara lain seoleh memperspsikan bangsa ini sebagai bangsa yang miskin, tak mampu membiaya kebutuhan hidup warganya sehingga janji keberhasilan dan kesuksesan selalu dengan ukuran harus bekerja di luar negeri meski hanya menjadi seorang babu sekalipun. Kenyataan ini sama artinya kita telah mnghinakan diri sendiri. Seharusnya para petinggi Negara ini malu. Seharusnya nasib mereka diperjuangkan dan bukan diam seribu bahasa dengan alasan softdiplomacy wlaupun yang sebenarnya tak ada keberanian.
Sebelum muncul soal TKI di negeri ini, penjajahan telah berurat dan berakar terlihat dalam penguasaan sector-sektor ekonomi penting, 90 % dikuasai oleh pihak asing dan pemerintah dengan mudah memberikan Ijin pada perusahaan asing tersebut untuk mengeksploitasi kekayaan Alam Indonesia, sementara kondisi ekonomi rakyat sendiri masih sangat memprihatinkan.
Ironi melihat proyek pertambangan di daerah Bekasi Utara yang megah berdiri, sementara warga di sekitarnya miskin, rumahnya reot bahkan nyaris roboh. Sementara mereka dengan mobil-mobil mewah tiap hari melewati depan rumah mereka yang reot itu. Apakah ini yang dinamakan dengan kesadaran berbangsa. Kesadaran yang sama sebagai sebuah bangsa.?? Yang ada justru adalah antek-antek asing yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Itu contoh kecil. Kasus pengerukan terbesar di negeri yang telah dilakukan asing terhadap Indonesia adalah, eksploitasi Emas di Gunung Papua. Nasib warga Papua dengan kontrak karya sampai tahun 2040, apa yang bisa dinikmati oleh warga asli sebagai orang yang tiap hari mendiami wilayah tersebut. Yang ada justru kelestarian adat yang dicabik-cabik oleh budaya asing atau budaya luar Papua. Kehidupa ekonomi pun tak beranjak menju perbaikan. Sama seperti bunyi sebuah pepatah “Ayam mati Di Lumbung Padi”. Jadi bangsa Indonesia justru menjadi bangsa yang miskin dan menderita di tengah kekayaan alamnya sendiri yang melimpah.
Ernest Renant mengatakan yang dinamakan sebuah bangsa adalah ketika dalam setiap pribadi itu tumbuh semangat dan keinginan yang sama untuk menggapai tujuan sebuah bangsa. Pertanyaannnya adalah apakah ada keinginan yang sama dalam kehidupan berbangsa kita saat ini. Jika dalam kenyataannya adalah hanya memikirkan kepentingan masing-masing golongan dan kelompok atau pertainya sendiri. Adakah pemimpin yang akan lahir dan mendengar dengan hati nuraninya berpikir tentang kepentingan bersama sebagai sebuah bangsa, melakukan pembelaaan hingga titik darah penghabisan untuk kejayaan bangsa.?
Ada yang hilang di negeri ini..? Tak ada lagi semangat menggelora sebagaimana semenagat Bung Tomo dalam pidatonya sisertai pekik Takbir. Pidatonya membahana di Surabaya mengobarkan perlawanan terhadap anasir asing yang ingin kembali bercokol di negeri ini. Sesungguhnya bangsa ini membutuhkan pemimpin yang kuat. Orang-orang pemberani yang berjuang dengan penuh ketulusan untuk negeri ini ada kemaslahatan manusia. Sesungguhnya negeri ini sangat merinduai pemimpin yang kuat yang mengobarkan kesadaran dan kebangsaan akan angsanya. Mungkinkah ia sedang ada dan mulai muncul di negeri ini. Akan pemimpin itu akan segera hadir dan memenuhi harapa-harapan kita untuk kejayaan Indonesaia.
Selama banteng-banteng itu asih ada selama darahnya masih berwara merah yang akan membuat secari kain putih menjadi merah putih selama itu pula perlawanan terhadap penindasan dan penjajahan neger ini akan terus dilakukan. Allahu Akbar. ALlahu Akbar.
Merdeka..!!


Jumat, 02 November 2012

Sang Bunga


SANG BUNGA
Oleh: Tirta Pawitra


Sang Bunga
Sudah lama aku melihatmu. 
Sudah sejak lama aku mengenalmu. 

Harummu semerbak sadarkan Jiwa yang pernah lara. 
Kutahu Engkau telah sangat memahami rasaku.
Tentang kisah yang tidak semestinya.

Sang Bunga.
Adalah Panorma terindah yang kini ada di depan mata.
Ijinkan aku selalu melihatmu.
Ijinkan aku selalu ada di dekatmu.
Menatapi Indahmu.
Di setiap hari dan waktuku.
Aku ingin mengartikan Indahmu.


Bisa jadi aku salah mengartikan-mu
Bisa jadi indahmu bukan untukku
Bisa jadi harapku bukan harapmu
Pamitku sehari yang lalu
Adalah ketakutanku
Hilangku Beberapa hari yang lalu
Adalah cemburuku

Aku ingin engkau selalu ada Untukku
Walau batasku seringkali membuatmu ragu

Sang Bunga,
Sampai di hari nanti
hari dimana aku telah mampu mengartikanmu
hari dimana keinginan telah bersatu
Saat itu adalah saat terindah dalam hidupku

Sang Bunga,
Ijinkan aku membacamu
Ijinkan juga aku menulismu
hingga sang Tinta tak sanggup menulismu
Kan Kuminta pada sang ranting itu jadi penamu
Kan Kuminta kering dedaunan sebagai Kertasmu


Sang Bunga,
Sesungguhnya kutahu tak ada ragu di hatimu
Sesungguhnya engkau telah menjawab tanyaku
Dan sang waktu kan segera meyakinkanmu
Hingga Tiba Saat
Dimana aku memetikmu.....!!

Cari Blog Ini